Newest Info

Berita, info dan pengumuman terbaru berkaitan dengan perkembangan teknologi

Memimpikan ekosistem software development ideal di Indonesia

12 September 2017 | Joshua ??? Partogi via medium
post image

photo credit: lulabyspoon Siang hari itu, di sebuah kafe di daerah Kemang saya bertemu dengan seorang wanita yang sangat terkenal dalam kalangan technology startup dan software development Indonesia. Namanya semakin sering saya dengar belakangan ini semenjak ia resign dari perusahaan yang pernah ia rintis. Postingannya seringkali saya lihat di timeline media sosial belakangan ini. Namun untuk bertemu dengan dirinya dan membicarakan mengenai ekosistem software development di Indonesia tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Gaya saya dengan gaya dia dalam membicarakan perubahan seperti dua ekstrim yang saling bertolak-belakang. But that is life. Full of mystery and unwritten future. Pembicaraan kami dimulai dengan keprihatinan saya dengan semakin ngetrennya tech-startup di Indonesia yang memiliki Chief Technology Officer (CTO) dari negara seberang seperti India. Saya bertanya kepada dirinya apakah memang pada tingkatan tertentu software developer Indonesia kalah pintar dengan software developer dari negara seberang seperti India? Hal ini terjadi karena selama puluhan tahun dosen-dosen di jurusan teknik informatika di banyak universitas menekankan kalau software developer hendaknya jadi profesi batu loncatan saja. Doktrin yang berkembang adalah seorang sarjana teknik informatika hendaknya jadi system analyst hingga menjadi manajer proyek saja. Kalau dulu mahasiswa didoktrin untuk menjadi system analyst, sekarang ini dosen-dosen di universitas mengajar mahasiswa untuk membuat proposal ke investor daripada membuat great product. Akhirnya Indonesia pun mengalami defisit software developer hebat yang perlahan diisi oleh orang-orang dari negara sebelah karena paradigma yang sudah lama ditanamkan oleh beberapa pihak. Pembicaraan kami pun berlanjut membahas tentang permasalahan ekosistem software development di Indonesia yang begitu kompleks dan sistemik. Kami pun belum bisa memformulasikan bagaimana mengurai permasalahan yang begitu sistemik ini di diskusi kami di siang hari itu. Dari diskusi itu kami cuma bisa datang dengan model ekosistem software development yang ideal di Indonesia adalah ketika customer memiliki compassion, manajer yang memimpin dengan melayani dan software developer yang berdiri teguh di atas professionalisme. When faced with our human imperfection, we can either respond with kindness and care, or with judgment and criticism. — Kristin Neff compassion (n): sympathetic consciousness of others’ distress together with a desire to alleviate it. compassion (n): the feeling that arises when you are confronted with another’s suffering and feel motivated to relieve that suffering. Sebagian besar permasalahan di dalam software development terjadi karena tidak adanya compassion dari kostumer terhadap software developer. Ketika manajer pasrah tidak bisa berbuat apa-apa yang biasanya menyebabkan software developer harus lembur, hal ini terjadi karena kostumer yang bersikap tidak peduli dan…. IndonesiaIT 2017, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.