Newest Info

Berita, info dan pengumuman terbaru berkaitan dengan perkembangan teknologi

Pentingnya “bridging” saat presentasi materi ataupun saat menulis artikel

27 November 2018 | Dwinawan via medium
post image

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengisi workshop tentang “Penerapan Design Thinking pada pembuatan desain User Interface atau UI”…… Sekilas tentang Design Thinking (bisa di skip kalau mau ????) Design thinking adalah proses menemukan solusi untuk memecahkan suatu masalah ataupun untuk mencapai suatu tujuan. Di dalam proses tersebut terdapat beberapa fase seperti: - Mencari tahu masalah yang sebenarnya dihadapi oleh user (salah satu caranya ngobrol langsung dengan user) - Mencari tahu kebutuhan user - Membuat solusi berdasarkan kebutuhan user - Membuat Prototype berdasarkan solusi - Menguji Prototype - Mengimplementasi Prototype Lebih lengkap tentang design thinking: https://medium.com/insightdesign/memahami-design-thinking-case-study-poster-pentas-seni-530caf499cc1 ……Saat itu saya mengisi di salah satu kampus di Yogyakarta, background peserta nya adalah mahasiswa, dan mereka semua adalah programmer. Dalam perjalanan ke kampus, saya membayangkan hal seperti ini… “Jika saya adalah seorang mahasiswa…” “Hadir di acara workshop design thinking…” “Begitu acara dimulai….” “Pembicaranya langsung ngomong.. Design thinking adalah bla bla bla… “ “Fungsi nya adalah bla bla bla….” “Lengkap dengan berbagai istilah yang jarang saya dengar…” Jika itu terjadi… Pasti saya sebagai peserta akan bingung, kurang antusias, ngantuk, materi tidak masuk ke otak, dan saya berharap acara cepat selesai. Atau jika ada sesi istirahat pasti akan saya gunakan untuk kabur. Source: Giphy.com Jika menit menit pertama membuat para peserta bingung dan berpikir keras, maka kemungkinan besar presentasi saya akan membosankan. Saya teringat dengan buku rework , ada satu halaman yang menceritakan bagaimana seorang pengisi seminar yang diacuhkan oleh para pesertanya, sampai ia berkata… “Saya punya cerita…” begitu ia mulai bercerita, para peserta langsung memperhatikannya. Saya terpikir untuk mencoba hal itu, bercerita. Tapi kira kira cerita apa yang membuat mereka tertarik, tapi sekaligus berhubungan dengan design thinking?. Source: Giphy.com Saya teringat bahwa background mereka adalah programmer. Mereka pasti sering atau pernah membuat program. Akhirnya saya memilih cerita berikut untuk mengawali presentasi saya… “Sebelum menjadi UI Designer, Saya pernah bekerja sebagai Programmer…” **Saya berhenti sejenak dan memperhatikan bagaimana reaksi peserta workshop, dan mereka tampak tertarik. Paling enggak, tidak ada yang bermain hape** “Suatu ketika, saya mendapat permintaan untuk membuat sebuah fitur.” “Fitur tersebut memungkinkan user untuk melakukan hal ini, ini dan ini…” **Saya berhenti sejenak dan memperhatikan lagi ekspresi mereka, dan mereka tambah antusias.** “Setelah itu saya langsung merancang alur fitur tersebut, mendiskusikan dengan teman kerja, dan langsung mengimplementasikan-nya.” “Minggu pertama untuk merancang database dan merancang tampilan nya” “Minggu kedua dan ketiga untuk meng-coding atau menulis program dari fitur tersebut” “Total, butuh waktu…. IndonesiaIT 2018, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.