Newest Info

Berita, info dan pengumuman terbaru berkaitan dengan perkembangan teknologi

Bagaimana menghadapi klien yang enggak begitu paham UI/UX tapi cukup rewel?

05 Mei 2019 | Dwinawan via medium
post image

Pertanyaan ini diambil dari sesi QnA yang saya adakan di Instagram. Saya jadikan artikel karena pertanyaan nya cukup menarik dan agar bisa dibaca oleh lebih banyak orang Jangan melabeli klien dengan hal hal negatif. Seperti “Rewel, Cerewet, Galak” , Karena akan membuatmu berpandangan negatif ke klien. Bisa jadi memang cara ,nada atau intonasi berbicara nya seperti itu. Jangan menganggap klien adalah orang bodoh. Karena akan membuatmu mengabaikan semua perkataan ataupun masukan dari klien. Bisa jadi ia memberikan masukan berdasarkan pengalaman-nya. Masukan berdasarkan pengalaman adalah hal yang valid dan bisa dijadikan bahan pertimbangan Seorang designer tidak hanya dituntut untuk jago membuat sebuah design yang bagus. Tetapi juga dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Pahami apa yang sebenarnya klien mu butuhkan, ajak bicara selayaknya teman Jika klien mu bukanlah designer atau tidak memiliki pengetahuan design, akan ada gap atau kesenjangan pengetahuan mengenai design. Jadi saat memberi tahu klien mu bagaimana sebuah design yang bagus, berikanlah contoh berupa gambar, kamu bisa mengambil screenshot gambar atau merekam video dari aplikasi atau website yang sudah live. Saat ngobrol dengan klien, hindari menggunakan istilah istilah design seperti wireframe, high fidelity design. Coba gunakan bahasa yang lebih mudah dipahami atau menggunakan bahasa keseharian. Seperti menggunakan kata “Sketsa” dibandingkan “Wireframe” Asumsi membunuhmu, Jangan cepat percaya bahwa asumsi mu selalu benar. Komunikasikan asumsi mu ke klien, agar tidak terjadi salah paham. Semoga bermanfaat :). IndonesiaIT 2019, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.