Newest Info

Berita, info dan pengumuman terbaru berkaitan dengan perkembangan teknologi

Menjadi Designer Produk Digital– Generalis di Pemikiran, Spesialis di Pekerjaan

12 Februari 2019 | Thomas Budiman via medium
post image

Sumber foto: Unsplash Melanjutkan seri Menjadi Designer Produk Digital, kali ini tulisan saya terinspirasi dari ngobrol-ngobrol untuk podcastnya Dimas Wibowo–Sit, Talk, Design. Obrolan yang ngalor-ngidul dan santai tersebut membawa kembali ke sebuah pesan yang sempat saya bawakan sewaktu mengisi talk di Dribbble x Gojek Meetup, yaitu Generalis di Pemikiran, Spesialis di Pekerjaan. Generalis secara singkat, seseorang yang memiliki beberapa kemampuan. Kemampuannya ini bisa berhubungan dengan kemampuan utamanya atau di luar dari itu. Misalnya, seseorang designer yang bisa membuat ilustrasi, membuat animasi, koding, mengerti ini dan itu — intinya orang ini serba bisa. Konon katanya, seseorang yang generalis bisa semua hal tetapi tidak terlalu tajam pada setiap kemampuan yang dikuasainya. Sedangkan spesialis, seseorang dengan kemampuan secara khusus/spesifik saja dan bisa dibilang dia adalah ahlinya. Artikel ini bukan untuk meyakinkan kamu untuk memilih mana yang lebih baik antara menjadi generalis atau spesialis. Jika ini sebuah pilihan, menurut saya, ini kembali kepada ke pilihan kalian masing-masing. Karena buat saya, apapun pilihannya, yang terpenting kalian tetap bisa melakukan yang terbaik dan berkarya. Tetapi begini gagasan saya... Saya memiliki gagasan bahwa menjadi seorang generalis tidak selalu berbicara tentang menguasai sebuah kemampuan. Tetapi ini bisa terkait pada wawasan/pengetahuannya tanpa menjadi mahir pada suatu kemampuan. Kita tidak akan lepas dengan yang namanya sebuah kotak peran di pekerjaan kita. Sebuah kotak peran akan membuat kita lebih fokus dalam melakukan sebuah pekerjaan. Artinya, di dalam sebuah kotak peran ini kita sedang bekerja sebagai spesialis. Saat berada di dalam sebuah kotak ini, kita perlu berhati-hati agar tidak terjebak dengan pikiran yang terkotakkan juga. Maksudnya, jika peran kita adalah designer. Kita hanya peduli dengan hal-hal yang berkaitan dengan design saja, bahkan bersikap menutup diri. Kita perlu ingat bahwa peran kita hanyalah sebuah roda gerigi kecil di antara roda-roda gerigi kecil lainnya yang saling berhubungan. Artinya, kita bekerja di sebuah tim dengan orang-orang di dalamnya yang memiliki fungsi berbeda (cross-functional team). Sebut saja ada Writer, Developer, Manager, Data Scientist, Researcher dan peran lainnya yang bisa kamu sebutkan. Generalis di pemikiran akan membuat kita untuk selalu terbuka dengan disiplin ilmu lain. Hal ini akan membantu kita untuk memahami kacamata rekan kita jika dia memiliki pendapat yang berseberangan dengan kita. Generalis di pemikiran akan membuat kita mulai berpindah dari sebuah argumentasi yang hanya berisi ilmu dari peran kita ? menjadi sebuah artikulasi yang berisi ilmu dari peran kita + bumbu-bumbu empati dari disiplin ilmu lain. Generalis di pemikiran akan merobohkan batasan komunikasi antara kita…. IndonesiaIT 2019, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.