Newest Info

Berita, info dan pengumuman terbaru berkaitan dengan perkembangan teknologi

Design Jogging–Kamis: Prototipe

14 Mei 2019 | Thomas Budiman via medium
post image

Siap untuk design jogging di hari Kamis? Sebuah tujuan, batasan waktu dan fokus pada pengguna. Sumber gambar Jika kamu belum membaca artikel sebelumnya, kamu bisa membacanya: Hari Senin: Memulai. Memahami permasalahan Hari Selasa: Mencari ide Hari Rabu: Kritik dan keputusan Design Jogging bukanlah sebuah parodi atau lelucon atas Design Sprint, melainkan untuk mengajak pembaca melihat dengan sudut pandang berbeda dari metode Design Sprint. Kenapa jogging? Jika sprint adalah lari cepat dengan jarak pendek dan batasan waktu — Konteksnya dalam design sprint adalah sebuah cara dalam berinovasi, menentukan strategi, mencari solusi bagi bisnis, membuat prototype dan mengujinya dalam waktu singkat. Satu minggu saja. Sedangkan jogging mencerminkan sebuah latihan, rutinitas, keseharian (dengan penekanan/ekspetasi lebih rendah dari Design Sprint) untuk mempraktekkan nilai-nilai dari Design Sprint dalam proses dan cara berpikir kamu sehari-hari. Setelah menentukan ide-ide dan menuangkannya ke dalam sebuah storyboard pada hari Rabu, hari Kamis memiliki fokus utama mengubah storyboard tersebut menjadi sebuah prototype yang akan diuji esok harinya. Sepanjang hari tim Design Sprint akan memastikan prototype yang dibuat cukup realistis sehingga mampu memunculkan reaksi dan opini yang jujur dari partisipan uji coba. Sumber gambar Sebuah tujuan jelas, waktu yang terbatas, dan fokus pada bagaimana customer akan melihat prototipe kita, akan membantu kita di dalam proses kita mempersiapkan suatu prototipe. Bayangkan pada design sprint, mereka berusaha untuk menyelesaikan suatu prototipe untuk diuji hanya dalam satu hari saja. Mungkinkah? Tentu saja! (Berdasarkan pengalaman saya bekerja di sebuah Agency yang menerapkan metode ini selama 5 hari) Selama kita telah menetapkan batasan waktu, kita tentunya akan melakukan beberapa penyesuaian akan cara-cara untuk membangunnya. Pada design sprint, mereka juga menyarankan kita untuk tidak menggunakan tools yang selalu kita gunakan. Tetapi pergunakan tools apapun itu yang memampukan kita untuk bergerak lebih cepat dan fleksibel dalam membangunnya. Saya jadi teringat ketika Tony Stark membuat Mark I di dalam gua, yang merupakan versi prototipe dari Mark II dan kemudian Mark III pada film Iron Man yang pertama (2018). Tony memiliki tujuan yang jelas, yaitu dia ingin menyelamatkan diri dari gua tersebut. Tony memiliki keterbatasan waktu. Tony memiliki fokus pada bagaimana prototipenya ini bisa menghadapi para penjahat yang menjaga gua tersebut dan akhirnya kabur. Baju baja untuk tahan dari serangan senjata api, penyembur api untuk mengacaukan fokus dan sekaligus menghancurkan gudang persenjataan terbuka. Terakhir, sepatu jet untuk terbang melarikan diri. Tony juga hanya menggunakan tools dan bahan seadanya saja dalam membangun Mark I. Berhasilkah? Tentu saja! Tujuannya untuk kabur tercapai.…. IndonesiaIT 2019, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.