Newest Info

Berita, info dan pengumuman terbaru berkaitan dengan perkembangan teknologi

Tips membangun portfolio bagi mahasiswa yang mau berkecimpung di UX Research.

16 Juli 2019 | Arnold Saputra via medium
post image

Tulisan ini aku dedikasikan kepada para mahasiswa mau itu tahun 1,2,3 dan akhir yang berminat ke bidang UX research namun, bingung bagaimana caranya dapat tempat magang / kerja . Apa saja sih yang harus disiapkan? Bagaimana bisa stand out di dunia yang penuh persaingan ini? Nah, dalam tulisan ini akan dibahas 3 hal yang perlu di persiapkan sebelum ke dunia kerja. Supaya apa yang kalian dapatkan beragam, Aku juga mewawancarai beberapa wanita tokoh UX research di Indonesia yang dulunya juga mahasiswi loh. Kak Indah Putri 1. Sering ikut freelance ato projekan. Menurut Aku sih, kalau mahasiswa yang terpenting itu untuk mereka cari banyak projek saat mereka kuliah sebagai freelance. Aku paling suka sama kandidat-kandidat fresh grad yang ambisius pas kuliah dan nyari banyak pengalaman kerja. Mau itu bener-bener UX research domain kah, atau pun research related jobs. 2. Belajar tools analitik, metode riset kuantitatif dan kualitatif. 3. Kalau tidak ada pengalaman coba bikin study case sendiri ya. Aku juga biasanya tertarik perhatiannya sama mahasiswa yang suka bikin case study sendiri sama existing product. Terus nulis case study nya di medium. Kak Dian Soraya Sering practicing UX Research, bisa ad hoc, pro bono project, or intern. Invest on making a great portfolio. Harus siapin tenaga, waktu dan uang untuk membuat portfolio yang bagus. Networking. Networking bisa dari community/conferences, connect with more senior designers, menebar jala dan cari support system. Kak Puput Ivana 1. Bisa dimulai dengan baca literatur soal framework flownya ux research — design dulu, referensiku selalu ke bukunya uxpin yang ini (https://www.uxpin.com/studio/ebooks/ux-design-in-action-yelp-website/) (https://www.uxpin.com/studio/ebooks/ux-design-process-documentation-best-practices/) 2. Hands on mulai ke ux projects. bisa dengan ngambil mata kuliahnya kalo ada atau dengan nyari-nyari problem prompts sendiri, sumber yang banyak di https://www.dailyui.co/ 3. Dokumentasi’in / bikin portfolio dalam bentuk study case -> isinya harus mengandung masalah produknya, target user nya, researh goal & dokumentasi riset. Dokumentasu riset bisa berupa foto, insight dart user ketika melakukan tes, dan Bagaimana dari insight itu diubah menjadi desain yang baru. Kak Ananda Nadya Cari pengalaman. Bisa pengalaman langsung atau ga langsung. Pengalaman langsung misalnya; cari internship, ikut projek freelance, coba untuk riset sendiri buat improvement, dll. Cari pengalaman tidak langsung, misalnya perbanyak ikut meet up, cari experience dari orang yang udah berpengalaman, tanya2 pengalaman mereka gimana, terus juga bisa minta feedback bagaimana membuat portfolio atau membuatnya lebih baik. Membangun koneksi. Bisa juga berteman dengan orang-orang di linkedin yang sekiranya punya pengalaman yang mature di bidangnya, lalu ngobrol-ngobrol…. IndonesiaIT 2019, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.