Newest Info

Berita, info dan pengumuman terbaru berkaitan dengan perkembangan teknologi

Tentang Relatifitas, Kaya Miskin, Pandai Bodoh, Sukses Gagal. Apakah semua itu Relatif?

03 April 2020 | Donni Prabowo via medium
post image

Sukses. Kata yang sering kita dengar. Setiap orang mungkin punya pandangan yang berbeda dalam menyikapi arti kata Sukses. Namun, bagi kebanyakan orang mungkin arti kata sukses itu adalah sukses secara financial dan karir. Pernah suatu ketika, saat saya mengisi sharing suatu acara, MC nya memperkenalkan saya sebagai orang yang sudah sukses, padahal jujur saya sendiri masih merasa belum sukses. Pernah juga saat ngobrol dengan teman lama, dibilang sukses karena sudah punya kendaraan dan punya rumah. Bagi saya sendiri atau bagi orang yang jauh lebih hebat dari saya, tentu saja saya mah masih bagaikan butiran debu. Tapi mungkin bagi orang tertentu saya sudah dianggap sukses. Lalu sukses itu sendiri apa sih? Apakah sukses itu relatif tergantung sedang dilingkungan mana kita berada. Menurut saya, ya. Karena masih banyak yang mengukur kesuksesan seseorang dengan ukuran sepatu dia sendiri. Terkait Pandai dan Bodoh apakah itu Relatif juga? Menurut saya ya. Saya pernah disuatu kondisi saya dianggap paling bodoh, dan pernah juga dikondisi dimana dianggap paling pintar. Saya akan coba bagikan cerita saya. Saat saya SD, saya relatif dikenal sebagai anak yang cukup pintar. Kelas 1–3 SD saya sering mendapatkan juara 1. Dan kelas 4–6, setidaknya masih 5 besar di kelas. Saat itu saya dianggap tidak bodoh. Masuk ke SMP, saya diminta mendaftar di SMP terbaik sekabupaten tempat saya tinggal, dan kalau gak salah saat itu SMP tersebut ranking 4 seprovinsi DIY. Saat itu seleksi masuk SMP dilaksanakan dengan test masuk, walaupun pada akhirnya saya diterima di SMP tersebut, saya berada diposisi ranking 210 dari 240 siswa yang diterima. Dan masa-masa kelas 1 SMP sampai kelas 3 SMP adalah masa-masa saya dianggap orang bodoh dikelas, Rekor ranking terbaik saya ketika semesteran adalah ranking 27 dari 40 siswa, dan Rekor ranking terburuk saya waktu itu ranking 37 dari 40 siswa. Di cap sebagai siswa yang bodoh tentu saya tidak enak, faktanya siswa yang dicap bodoh dan tidak punya skill lain yang mencolok rawan di bully. Bersyukur saya dulu tidak terlalu kena bully. Masa-masa SMP ditutup dengan Ujian Nasional dengan 3 mata pelajaran yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Saya dapat mengumpulkan total nilai 27, dengan rincian Matematika dapat nilai 10, Bahasa Indonesia 9.7, dan Bahasa Inggris 7.3 . Walaupun rata-rata nya sudah 9.00 namun ternyata banyak siswa yang mendapatkan nilai lebih baik dari nilai saya tersebut. Masa-masa SMP adalah masa-masa dimana saya merasa bodoh. Masuk ke SMA, saya masuk ke SMA terbaik sekabupaten. Waktu itu…. IndonesiaIT 2020, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.