Newest Info

Berita, info dan pengumuman terbaru berkaitan dengan perkembangan teknologi

Perjalanan dalam berusaha untuk tetap berada di lingkungan yang positif

03 April 2021 | Donni Prabowo via medium
post image

Seorang motivator terkenal bernama Jim Rohn (Mentor dari Anthony Robbins) berkata “You are the average of the five people you spend the most time with”. Saya bersama 24 penerima Australia Award Scholarship lainnya. (Sydney, 2018) Apa yang diungkapkan oleh Jim Rohn pada kalimat pembuka pada artikel ini menggambarkan betapa besarnya pengaruh lingkungan dalam menentukan keberhasilan seseorang mencapai tujuan hidupnya. Kualitas diri kita merupakan hasil dari nilai rata-rata kualitas 5 orang terdekat kita. Dalam ajaran Agama Islam juga ada hadist yang mengatakan bahwa “Barang siapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka”. Yang pointnya juga sama, mengingatkan kita akan besarnya pengaruh lingkungan. John C. Maxwell dalam bukunya yang berjudul Winning with People: Discover the People Principles that Work for You Every Time, juga mengatakan hal serupa. “People can be the wind beneath our wings or the anchor on our boat.” Dia mengatakan bahwa ada dua tipe orang di Dunia ini. Pertama, mereka yang menjadi “angin di bawah sayapmu” (wind beneath your wings), yang mampu membuat kita terbang lebih tinggi. Mereka mendorong kita untuk terus maju dan berkembang. Namun ada juga tipe kedua yaitu mereka yang menjadi “jangkar bagi kapalmu” (anchor on your boat). Mereka akan membuat kapal kita kandas. Untuk itulah kita harus berhati-hati, kadang-kadang tanpa kita sadari, kehadiran para jangkar ini justru membuat kita sulit untuk berkembang. Pada intinya semua tokoh di atas mempunyai kesamaan pandangan bahwa lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perjalanan hidup seseorang. Saya pun meyakini dua faktor terbesar yang menentukan kesuksesan seseorang adalah lingkungan dan mindset. Dua hal ini menurut saya bagaikan dua mata uang yang tak terpisahkan. Jika kita berada di lingkungan yang baik, maka mindset kita juga menjadi lebih mudah terdorong untuk lebih positif. Jika mindset kita sudah positif, kita juga akan menjaga diri untuk tetap berada di lingkungan positif. Mungkin itu adalah bentuk Continuous Improvement, iterasi yang tidak ada habisnya. Dalam bahasa Jepang sering disebut dengan istilah Kaizen. Pada artikel saya sebelumnya yang berjudul Define Our Purpose of Life Earlier , saya bercerita bahwa saya termasuk salah satu orang yang terlambat untuk menentukan purpose of life saya. Namun dari pada menyesalinya, saya memilih untuk bersyukur. Saya bersyukur karena masih diberikan waktu untuk menyadarinya, sesungguhnya apapun keadaannya kita masih tetap bisa bersyukur. Terlambat menentukan purpose of life biasanya juga berakibat pada terlambatnya memilih lingkungan yang tepat. Namun meski begitu, saya akan coba bagikan point-point dalam perjalanan hidup saya yang bisa disikapi…. IndonesiaIT 2021, [...], Artikel ini di ambil dari feed medium, untuk pengalaman baca yang lebih baik, silahkan kunjungi situ aslinya. IndonesiaIT - Software Developer Terbaik. Baca Selengkapnya.